Seuntai kata hati dan pikiran Gw:

Bukan karena cantik dia pantas dicintai, tapi karena cinta lah yang menjadikannya tampak cantik. @13/08

Tanya-tanya mbah Google

14 Januari 2008

Ziarah ke makam leluhur di Gombong

Tahun Baru (Hijriah) ini, harus dimulai dengan sesuatu yang baru. Kata orang sih begitu, tapi buat keluarga Gw: Tahun Baru dimulai dengan mengingat yang telah lalu(red: mati). Berbagi kesenangan dengan yang sudah tiada (maksudnya , kirim-kirim do'a gicu deh).

Berangkat dari Jakarta jam 5.30 pagi, Gw sampai di gombong sekitar jam 4an. Rasanya beda amat antara kota-desa. Dikota sumpek, panas dan bising. kalo di desa....

Sampai di Gombong, kita istirahat sebentar (30-60 menit-an) buat charge divicam(juga charge tubuh). Tanpa basa-basi, langsung ke makam... pertama-tama makam harus dibersihkan dulu biar nyaman (yang mo ngirim do'a, bukan yang dikirimin), baru kita bagi kesenangan kita menyambut tahun baru, dengan para penghuni kubur. Dan tak lupa, nginget-nginget kalo kita juga bakal jadi penghuni kubur.

Kalo nginget mati, kita takut sendiri. Dikubur sebelahan (gak nyampe 1meter jaraknya, malah ada yang tumpang tindih), tapi tetep sendirian. menghadapi kelakuan diri sendiri sewaktu masih bisa berbuat dosa....

Pulang dari kubur, kita gantian silaturahmi dengan yang masih hidup. cerita - cerita keadaan orang jauh (jakarta), dan nanya-nanya keadaan mereka.(maklum kan jarang ketemu)

Bagikan tulisan ini di Facebook Anda

2 komentar:

  1. Bos,asskum..sampean gombonge endi?aku puring loh..sitadi wetan kantor kecamatan..puring nek sampean endi?

    BalasHapus
  2. Wa 'alaikummus salam...
    Mbo'e seka sekartejo, nek bapa'e seka tunjungseto.
    Nek aku, saumur-umur neng jakarta :D

    Sorry kalo bahasa jawanya gak bener :D
    Kalo disuruh ngartiin sih bisa, tapi kalo ngomong/nulis taukt salah :P

    BalasHapus

Daftar Komentar Terbaru

Daftar Blog-Blog Gw

Blog Yg Biasa Gw Kunjungin (selain yg ada di side bar):