Seuntai kata hati dan pikiran Gw:

Bukan karena cantik dia pantas dicintai, tapi karena cinta lah yang menjadikannya tampak cantik. @13/08

Tanya-tanya mbah Google

14 Maret 2009

Merokok ditempat terlarang = penjara 6 bulan dan/atau denda 50 Juta

Pagi Gw lagi asyik di depan laptop, di ruang keluarga. Seperti biasa, bokap Gw nyetel TV buat denger berita2 terbaik di jagat raya ini. Ada satu berita yg bikin Gw pengin ketawa, salut, dan bingung (kok campuran gini ya?). Berita itu tak lain dan tak bukan, serta sudah jelas dan sangat pasti (apa sih?) sesuai dengan yg tertulis di judul post ini.

Yups, Pemda DKI (kalo Gw gak salah inget) akan memenjarakan para perokok liar selama 6 bulan dan/atau (Gw lupa, "dan" atau "atau") Denda 50 juta Rupiah. Serem bangat ya dendanya, tapi jangan salah denda ini gak jauh beda dengan denda buang sampah sembarangan. Gw bukan takut dengan peraturan ini (Karena Gw seorang perokok), Gw hanya merasa aneh dengan dunia ini (Indonesia khususnya) dengan senengnya mengeluarkan aturan-aturan mengganti-gantinya dan terus mengubah-ubahnya.

Alasan Gw ketawa ketika mendengar berita ini, adalah karena peraturan seperti ini sudah ada sebelumnya, tapi gak berjalan. Baik dari kontek yg dilarang ataupun dari konteks sanksinya, Kedua-duanya sudah pernah ada. Dalam hal object pelarangan, yaitu "merokok ditempat terlarang" pasti anda smua pasti masih ingat ada peraturan seperti ini, tapi apa hasilnya? Hanya menjadi bahan MetroTV bikin berita doang.

Begitu pula dalam hal sanksinya, sanksi yg sebesar ini juga sudah ada di peraturan Gubernur DKI (Gw lupa No nya) tentang membuang sampah disembarang tempat, tapi apa yg terjadi? Kayaknya blom ada satupun pelanggar yg terkena sanksi ini.

Lalu apa yang membuat Gw Salut akan peraturan ini? tetu aja Niat dari para pembuat peraturan. Gw selaku pendekar AbAs (Abu dan Asap alias perokok), sangat senang dengan adanya peraturan tentang tempat2 terlarang untuk merokok, karena adanya kepastian tempat2 yang boleh merokok. Peraturan itu udah pernah Gw baca dan Gw pelajarin (Kayak anak sekolahan aja pelajari Wkwkwkwk), dan saya simpulkan : bagus. Kalo kesimpulan Gw, Peraturannya bukan melarang para perokok untuk merokok, bkan pula membatasi para prokok untuk merokok. Tapi lebih bersifat memberi kepastian hukum dan kesopanan bagi para perokok untuk mencari tempat2 merokok.

Peraturannya gak berat sebelah, disitu bukan hanya mengatur perokok tidak boleh merokok ditempat-tempat tertentu yang kemungkinan ada orang lain yg gak ngerokok dan mungkin benci rokok (semoga gak benci perokok). Tetapi juga mengatur penyedian tempat2 bebas merokok yg nyaman, lengkap dengan exhaust dan tidak mengganggu orang2 yg tidak merokok.

Dengan adanya sanksi yg berat akan peraturan ini, akan menyebabkan seseorang kapok (atau insyaf **amin; semoga saya termasuk :D) untuk tidak melanggar peraturan ini (Bukan cuma para perokok loh, tapi juga para pemilik tempat2 umum seperti mall-mall agar menyediakan tempat merokok).

Lalu apa yg membuat Gw bingung? Jelas Gw bingung, sebuah peraturan dibuatkan sanksi yg berat (menurut hemat Gw) jika peraturan yg sanksinya ringan itu gak mempan karena para pelanggar gak kapok2. Tapi peraturan dengan sanksi sederhana aja gak di tegakan dengan benar, sudah mau menerbitkan yg lebih keras. Jelas ini sudah salah melihat masalah, masalahnya bukan di sanksi tapi di penegakannya.

PS. Ini jadi ngingetin Gw sama peraturan2 lalulintas yg hukumannya sampe jutaan. tapi hasilnya cuma puluhan ribu wakakakaakak. BTW lets reform our behavior, before we reform our country.

Bagikan tulisan ini di Facebook Anda

0 komentar:

Posting Komentar

Daftar Komentar Terbaru

Daftar Blog-Blog Gw

Blog Yg Biasa Gw Kunjungin (selain yg ada di side bar):