Seuntai kata hati dan pikiran Gw:

Bukan karena cantik dia pantas dicintai, tapi karena cinta lah yang menjadikannya tampak cantik. @13/08

Tanya-tanya mbah Google

08 April 2009

Konsekuensi Golput..... **menurut Gw**

Beberapa temen saya akan mengambil keputusan untuk Golput, Perlu dicatat Golput dan "tidak memilih" itu berbeda jauh. Saat seseorang Golput, maka suaranya akan dihitung dan dimasukan kedalam "Abstein" atau "Golput"; sedangkan tidak memilih - yaitu, jika seseorang tidak mengambil kertas suara dan mengembalikannya kekotak suara - maka suaranya tidak diperhitungkan, kehadirannya tidak diperhitungkan. Golput akan mempengaruhi persentase hasil pemilihan, sedangkan "tidak memilih" tidak akan mempengaruhi persentase hasil akhir.


Lalu apakah Golput itu lebih baik dari asal milih? Jawabannya akan sangat tergantung dari sudut pandangnya. Yang pasti bagi para Golongan Putih, mereka tidak dapat meminta atau menuntut lebih dari para anggota legislatif yang nati terpilih. Mereka tidak bisa menuntut haknya di perjuangkan, mereka tidak bisa marah saat para legislatif beradu tinju di gedung DPR/MPR atau DPRD, mereka tidak bisa menuntut para legislatif untuk turun atau mengundurkan diri bila mereka korupsi.


Mengapa begitu? karena para legislatif itu bukan wakil mereka... Karena mereka tidak memilih para wakilnya, karena mereka tidak menyerahkan pandangan politik dan aspirasinya kepada seorang calon legislatif. Jadi mereka tidak memiliki hak pada legislatif yang terpilih.


Benarkah pendapat itu? ini pun jawabannya tergantung dari sudut pandang. karena pendapat diatas merupakan pendapat pribadi saya, maka pendapat itu benar dimata saya, lalu bagaimana menurut pandangan anda? paling tidak ini bisa jadi bahan pertimbangan untuk menentukan apakah besok anda akan memilih Golput.


Lalu bagaimana bila besok kita tidak memilih Golput? maka kita harus segera mencari tahu profil calon legislatif yang akan kita pilih besok (seharusnya ini sudah dilakukan jauh2 hari, tapi karena informasi tentang caleg sangat sedikit **negri ini memang miskin informasi** maka paling tidak mulai lah dari sekarang).


Lalu bagaimana bila kita tidak juga menemukan mana yang terbaik sampai waktu pemilihan? maka -sesuai undang-undang- anda dipersilahkan untuk memilih partai, yang sesuai dengan pandangan politik anda. lalu bagaimana bila tidak ada partai yang tidak sesuai dengan pandangan politik anda? maka anda dipersilahkan untuk membuat partai sendiri.


Satu yang perlu dicatat, mungkin ini bisa dijadikan pertimbangan: "Diantara yang paling buruk, pasti ada yang terbaik, dan bila yang terbaik diantara mereka yang selalu terpilih, maka standar baiknya akan meningkat, waktu demi waktu" Amiin.

Bagikan tulisan ini di Facebook Anda

0 komentar:

Posting Komentar

Daftar Komentar Terbaru

Daftar Blog-Blog Gw

Blog Yg Biasa Gw Kunjungin (selain yg ada di side bar):