Seuntai kata hati dan pikiran Gw:

Bukan karena cantik dia pantas dicintai, tapi karena cinta lah yang menjadikannya tampak cantik. @13/08

Tanya-tanya mbah Google

09 Mei 2009

“Jika” Sebuah kata yg sering salah makna...

“Jika”, “kalau”, “andai”, atau kata lain yang sejenis ini sering bangat Gw baca di status YM, FB ataupun ditulisan2 tangan temen Gw, mo yang digital ataupun mekanikal (Halah istilahnya). Kata itu emang paling enak di sebut, tapi tau gak sih apa arti dari kata itu?

Sesuai buku besar bahasa indonesia, yang Gw liat secara digital, Kata jika berarti:

ji·ka p kata penghubung untuk menandai syarat (janji); kalau: -- hari tidak hujan, saya akan datang; intan itu -- terbenam di pelimbahan sekalipun intan itu tiada akan hilang cahayanya

ka·lau p 1 kata penghubung untuk menandai syarat: -- keluar, harus minta izin dulu; 2 seandainya: -- ia tidak mau membayar utangnya, apa yg akan kauperbuat; 3 bagi; adapun: -- saya, perkara itu mudah saja memecahkannya;
-- sentana Mk sekiranya; seandainya: -- sentana kaya, aku akan membeli rumah itu

jadi sesuai kamus, arti kata2 itu untuk menandai syarat, Ya emang untuk menandai syarat, tapi kadang kata2 ini menjadi sebuah kata yang (Menurut Gw) jadi sebuah kata penyeselan, kata kecewa, atau kata putus asa padahal seharusnya kata-kata ini bisa dijadiin sebuah kata antisipasi, kata waspada, kata rencana, dan kata optimistis.

Kata “Jika” dan kawan-kawannya (Gw sebut “jika” aja) lebih sering disebutkan temen2 Gw untuk menyatakan syarat pada kejadian masa lampau, seperti “Jika dulu saya gak melakukannya”, “Andai kemaren Gw dateng”, “Kalau kemaren Gw.....” dan lainnya. Malah kadang-kadang dijadikan sebuah syarat pada khayalannya, seperti “Jika waktu bisa dibalik”, “Andai setiap hari adalah weekend”, “Kalau saja Gw bisa terbang”, “Andai dia masih hidup” atau lainnya.

Kata “jika” bila dipakai pada posisi seperti yang tadi Gw sebut diparagraf sebelumnya, tidak akan memberikan apapun pada diri kita. Gw maklum kalau mereka ingin mengungkapkan perasaan menyesal, perasaan kecewa, sedih atau lainnya (Karena mungkin secara sengaja atau gak, Gw juga pernah make kata2 itu). Tapi apa yang didapat? Gak ada.. Gak ada yang diperbaiki dari kesalahan masa lalu, gak ada yang berubah menjadi lebih baik, gak akan kembali semua yang telah hilang, telah tercampakan, telah lalu.

Bagaimana kalo kata “jika” itu digunakan untuk masa yang akan datang? Seperti “jika besok tidak hujan...”, “tapi kalau ternyata tidak bisa.....”, “andai nanti proposalnya ditolak....”, atau lainnya. Maka kata “jika” akan membuat kita berpikir untuk mengantisipasi keadaan-keadaan (Syarat) yang akan terjadi itu. Kita bisa menyiapkan payung (karena mengatakan “Jika besok hujan”,) kita bisa membuat rencana B, C, D, ataupun Z untuk megantisipasi semua kemungkinan yang bisa kita duga sebelumnya.

HEH... baru sadar... ini post nambah label “Pribadi” lagi Wakakakakak

BTW Renungan ini Gw tulis buat diri Gw, jadi jangan tersinggung, dan kalo ada kata2 yg nyakitin.. tolong Kasih tahu Gw, N maafin Gw.



Bagikan tulisan ini di Facebook Anda

0 komentar:

Posting Komentar

Daftar Komentar Terbaru

Daftar Blog-Blog Gw

Blog Yg Biasa Gw Kunjungin (selain yg ada di side bar):