Seuntai kata hati dan pikiran Gw:

Bukan karena cantik dia pantas dicintai, tapi karena cinta lah yang menjadikannya tampak cantik. @13/08

Tanya-tanya mbah Google

22 Juni 2009

Kala "Allahu Akbar" membunuh "Allahu Akbar"

Iran, baru saja selesai melakukan pemilihan presiden. Sebuah tahap dalam proses demokrasi yang juga akan segera dilewati oleh bangsa Indonesia. Republik Iran yang memang terkenal akan ketertutupannya dari dunia pers luar negri, kali ini memberi kejutan lagi. Setelah muncul video-video amatir tentang kejadian didalam negri Iran, tersiar kabar sekitar lebih dari 100 orang meninggal dalam demo itu.

Satu yang gw sorotin, Bukan siapa yang seharusnya menang, bukan kecurangan yang mungkin terjadi, bukan campur tangan AS dan Inggris, apalagi masalah isu Nuklirnya Iran. Kata2 yang muncul dalam Video amatir itu yang bikin hati Gw serasa teriris, "ALLAHU AKBAR". Siapa yang mengucapkan, gak tau Gw...

Ah.. kata itupun pernah muncul waktu Gw nonton berita perang antara Fattah dan Hamas, juga waktu berita demo FPI dan **lupa Gw, Kalo gak salah** "kebebasan beragama" di monas. sebuah kata yang sangat indah, sebuah kata yang menyatakan rendahnya kita, lemahnya kita dibanding dengan kebesaran sang Khalik Allah SWT.

Lalu kenapa dua kelompok yg sama berperang dengan tujuan yang sama, dengan pertolongan / perlindungan dari sang khalik yang juga sama? Ini yang jadi sebab kenapa gw pengin catet renungan gw malam ini. Mungkin bila kita tanya kedua pihak yg bertikai, sejuta alasan akan terlontar yang Gw sendiri gak tau musti ngomong apa dan bela siapa setelah denger alasan2 itu.

Mungkin bagi orang palestina **yang mendukung salah satu fraksi** merasa wajar kalo mereka harus bertempur antar fraksi, tapi bila orang non palestina **Muslim utamanya** melihat hal ini, jelas gak masuk akal.

Lalu kalo pun fatah-hamas berdamai, mereka masih harus berperang melawan Israel. Mungkin kalo ditanya kepada orang palestina dan israel, mereka pasti merasa wajar kalo mereka harus bertempur. Tetapi kalo ditanya kepada manusia **kalo bisa yg non-muslim dan non-yahudi** pasti melihat ini sebagai sesuatu yg sia-sia.

Tidak bisakah kita keluar dari kotak perselisihan? melihat sebagai orang ketiga, dan mulai menertawakan perselisihan itu?

Gw jadi inget lagunya mellosa Unite As One
Because We’re One The World No Violence And Blood..
Because We’re One The Earth Lets Singing From The Heart..
Because We’re One Our Love Is A Gift From The Great..
Because We Better We Better..
We Unite As One
Gw juga jadi inget postingannya si Mas Wijna tentang dunia yang satu, tentang Film Gundamnya.

Ternyata banyak yg berpikiran sama, banyak yang memimpikan kedamaian, semuanya memiliki tujuan yang sama, dengan cara yang berbeda-beda, tapi gak ada perselisahan yang muncul, Mungkin karena diblog kali ya?, atau karena gak terlalu besar keuntungannya bagi pemenang? atau karena memang perbedaan caranya gak terlalu mencolok? AH... Sebodo teuing.... yang jelas gak ada yg mati :D

Bagikan tulisan ini di Facebook Anda

6 komentar:

  1. Makanya...ranah politik sama agama tu ndak boleh jadi satu. Ujung-ujungnya klo ada partai yg asasnya agama ya kayak gitu ituh.

    BalasHapus
  2. Yang salah bukan penyatuan agama ama politik mas, yang salah... Hmm.. yang salah yg di penjara :p

    BalasHapus
  3. Ndak mau debat saya perkara ini. Yang jelas saya ndak setuju politik dan agama dijadikan satu. Hohoho...

    BalasHapus
  4. orang kan senengnya berantem. makanya tinju banyak yang nonton :P

    BalasHapus
  5. @Wijna: Sip.. Masing2 orang harus punya pendirian, lagi pula artikel ini bukan tentang poltik n agama aja kok... Intinya ada di tulisan yg warna merah.

    @GeRrilya: Pantes, sampe sepak bola juga pake tinju....

    BalasHapus
  6. gak perlu jauh-jauh di palestina atau di iran mas, di negara kita saja masih banyak. satu qunut satu ndak pisah mesjid, satu tahlilan satu ndak pisah kampung. menurut saya kita perlu menetapkan skala prioritas, mungkin beberapa perbedaan perlu dibicarakan untuk mendapatkan pemahaman, tapi kalo gara-gara yang seperti itu malah melupakan musuh yang lebih besar, alangkah ironisnya

    BalasHapus

Daftar Komentar Terbaru

Daftar Blog-Blog Gw

Blog Yg Biasa Gw Kunjungin (selain yg ada di side bar):