Seuntai kata hati dan pikiran Gw:

Bukan karena cantik dia pantas dicintai, tapi karena cinta lah yang menjadikannya tampak cantik. @13/08

Tanya-tanya mbah Google

12 Juni 2009

Lanjutkan!! semakin cepat semakin baik! begitulah kata wong cilik.

Sorry bukan sebuah promosi para Capres dan Cawapres, bukan pula sindiran terhadap mereka, atau sekedar kupas-tuntas para calon itu. Walaupun masih tersangkut dengan pilpres, artikel ini gak bakal ngebahas hal-hal yg dalem, rumit, pelik n subyektif itu. Gw cuma mo bahas tentang para pemilihnya, para pendukungnya, juga para pembencinya.

Masih pada inget kataini gak: "JURDIL", atau "LUBER"? Slogan pemilu ditahun-tahun lalu sewaktu Gw blom boleh masuk bilik suara. JurDil atau Jujur dan adil, dan LUBeR yang berarti Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia, slogan yang sangat hebat **kalo dilakuin**. tapi yang Gw heran kenapa Slogan itu gak pernah berkumandang lagi ya?

Mungkin karena itu slogan Orde baru? mungkin karena kebencian akan proses pemilu masa lalu? mungkin karena ketakutan akan rezim dulu? mungkin karena trauma kediktaktoran? Halah Realistis dong kawan. Ambil yang baik, tinggalkan yang buruk, yang berubah gak harus berganti. 

JURDIL pesan untuk penyelenggara pemilu, juga pesan untuk peserta **yang dipilih dalam** pemilu. Katakan secara jujur wahai penyelenggara pemilu, berapa biaya yg diperlukan, berapa daftar DPT sebenarnya, mengapa ada kesalahan-kesalahan dalam pemilu2 yang lalu. Bertindak adil lah wahai penyelenggara pemilu, berikan hak memilih bagi yang berhak, tindak para calon yang melanggar, hukum mereka yang bertentangan. 

Katakan dengan jujur wahai peserta pemilu, katakan berapa modal kampanye kalian, katakan dapatnya dari mana, katakan janji-janji yang pasti kalian lakukan, katakan "yang mana janji gombal" kalian. bertindak Adil lah kalian para peserta pemilu, jangan menghina kalau memang gak mau dihina, jangan mengejek kalo kalian pun jelek, jangan menyalahkan kalo kalian pun melakukannya, pujilah kalau lawanmu lebih baik, mundurlah kalau kalian cuma membawa mudharat.

LUBER buat kita para pemilih, Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia. Langsung, ya kita harus memilih sendiri, gak perlu diwakilkan. Umum, siapapun harus bisa memilih **asal dan sesuai aturan**, gak boleh mengahalang-halangi yang lain untuk memilih. Bebas, Tentukan pilihan sesuai pilihan hatimu, jangan paksakan ke orang lain, jangan mau dipaksa memilih calon tertentu, jangan mau termakan si lembar biru atau merah. Rahasia, ini yang sekarang sudah mulai dilupakan, paling gak oleh beberapa kawan2 Gw, karena sebetulnya kata ini yg pengin Gw bahas, maka Gw bahas di paragraf lain aja :D.

RAHASIA, rahasiakan pilihanmu. Kenapa ada bilik di tempat pemungutan suara? Karena proses memilih harus rahasia. Kenapa memilih harus rahasia? Karena dikhawatirkan akan timbul gesekan-gesekan kepentingan, baik dalam diri sendiri ataupun dengan orang lain. Lalu kenapa Gw pengin bahas ini? Karena sekarang sudah bukan lagi sebuah rahasia, apa yang akan dipilih oleh orang2 disekitar Gw. Padahal mereka bukan simpatisan, padahal mereka bukan juru kampanye, padahal mereka gak diuntungkan **Secara khusus** bila calonnya terpilih. 

Ah... payah kau Gan, jaman reformasi begini masih pake rahasia-rahasiaan. 

Hehehehe Sorry kalo Gw gak sejalan dengan REFORMASI yang kalian anggap sebuah KEBEBASAN itu. KEBEBASAN disegala hal, kebebasan mengemukakan pendapat **Walau itu ditujukan untuk menjelek2an orang** didepan orang banyak, KEBEBASAN melakukan apapun yang lu mau **Walau mungkin itu merusak property orang lain**. Tapi tenang saja, kalian masih bebas berkomentar di sini, kalian masih bebas menghina **saya** di sini, Gak akan ada gugatan dari saya atas hinaan kalian **Kan tinggal gw delete kalo Gw gak suka**.

Ah... sudah lah sampai disini aja.

Bagikan tulisan ini di Facebook Anda

4 komentar:

  1. This one is a good article bleng.

    walopun curhat abis tapi ada esensi yang bisa di tangkep.

    Anw beberapa capres jujur koq mengatakan dana kampanye nya dari mana. Yang penting pilihalah sesuai nurani berkata apa.

    BalasHapus
  2. Yang ini Good article, trus yang laen Gmana mba? Bad dong :(

    BalasHapus
  3. Terlalu transparan ntar ndak ada yg bisa ditutup-tutupi lagi. Itu kan auratnya peserta pemilu, piye to?

    BalasHapus
  4. Hmm bagian yang mana yg terlalu transparan? dana atau janji? kalo Gw rasa 2-2nya masih wajar tuh..

    BalasHapus

Daftar Komentar Terbaru

Daftar Blog-Blog Gw

Blog Yg Biasa Gw Kunjungin (selain yg ada di side bar):