Seuntai kata hati dan pikiran Gw:

Bukan karena cantik dia pantas dicintai, tapi karena cinta lah yang menjadikannya tampak cantik. @13/08

Tanya-tanya mbah Google

24 Juli 2009

The Da Peci Code

Minggu, 28 Juni 2009, hari kedua pembukaan monas sampe malam hari untuk tahun ini (2009). Segala niat terucap dari beberapa hari sebelumnya, saat Gw melihat iklan itu di detik.com, segala angan, mimpi dan rasa rindu melihat suasana bintang tanah berkelip dimalam gulita semakin menggelora memaksa jiwa bertitah menghadirinya. **Ah.. Gini dah kalo mulai lebay, mana ada seorang apatis bisa puitis? Wakakakak**

Yang pasti, kali ini Gw mo kasih review sebuah Novel karya Ben Sohib yang judulnya sama ama postingan kali ini: “The Da Peci Code: Misteri tak berbahaya dibalik tradisi berpeci”. Hehehehe kliatan kan kalo paragraf pertama itu kayak paragraf yang dipaksa? Kagak nyambung ya? Tenang...tenang.. semua kejadian ada sebab musabab sampe muncul akibat, cuma kadang kita aja yang belom tahu. Gw cuma lagi kebawa suasana hati setelah baca Novel keduanya Ben Sohib yang judulnya “Rosid & Delia” sambungan dari novel yang pertama Gw sebut. Di Novel keduanya, Bensohib **kayaknya** udah ngalamin perubahan, dia lebih banyak bermain kata-kata, mencoba mempuitisisasi **ada gak ya istilah ini** segala suasana di Novelnya. Buat postingan kali ini Gw cuma mo Bahas Novel pertamanya, sedang “Rosid & Delia” Gw bakal coba bikin resensinya di postingan lain.

Di tanggal yang tadi Gw sebutin, di awal postingan, yaitu 28 Juni 2009, sebelum Gw ke monas buat naek keatasnya malem2, Gw pergi ke Pesta Buku. Disana Gw liat Novel “The Da Peci Code”, sebetulnya Gw blom pernah tahu tuh Novel atau pun pengarangnya, padahal dah terbit dari tahun 2006, nah yang Gw beli itu dah cetakan ke 8. Cover yang menggelitik dan Judul yang nyeleneh bikin Gw ngebayangin sebuah Novel ringan yang kocak, ternyata ujung2nya tuh Novel jadi berat, soalnya ketindih batu bata 2 truk **HALAH**. Maksud Gw, ternyata pembahasan Novelnya butuh pemikiran, hati lapang, dan jiwa ikhlas **juga beriman dan bertaqwa**. Novel ini mencoba mengoreksi sebuah pemahaman di masyarakat kita, akan kebudayaan dan agama, dengan mencoba mengangkat kebudayaan berpeci putih sebagai samplenya.

Tiga paragraf kayaknya cukup buat pembahasan ngawurnya, Gw coba bikin resensi tentang Novelnya deh, tapi janji jangan diketawaain, dihina, atau dicacimaki, kecuali lu pada tulis komen di bawah postingan ini, terus ngasih tau Gw: apa-apa aja yang “lucu”, “jelek”, atau “aneh” dari resensi Gw ini **Buat intropeksi gitu dah ceritanya**.

Review Gw tentang novel “The Da Peci Code: Misteri tak berbahaya dibalik tradisi berpeci”
Novel “The Da Peci Code: Misteri tak berbahaya dibalik tradisi berpeci” karangan Ben sohib, mengalami percetakan pertamanya pada September 2006. Mengambil contoh cerita dari sebuah kepercayaan bahwa peci putih itu sebuah hal yang sakral dalam agama Islam, novel ini mencoba untuk mengangkat, mempertanyakan, dan **Mungkin** mengkritiki dan menyarankan sebuah permasalahan antara keagamaan dan kebudayaan. ***GILA Gw nulis sok resmi gini, Wakakakakak***

Seorang anak, Rosid Namanya, menentang abahnya **Si Mansur**. Dia nggak mau mencukur rambut keribonya hanya karena sebuah kewajiban mengenakan peci berwarna putih dalam setiap pertemuan marga Al-Gibran dan acara-acara keagamaan lainnya **termasuk shalat**. Al-Gibran merupakan marga keluarga si Rosid, yang entah ada hubungannya dengan Khalil Gibran atau nggak. Dalam perjalanan pertentangan keduanya, terdapat banyak cerita yang terkadang menggelitik pemahaman kita. Diperlukan kearifan dalam memahami setiap kisah yang diangkat si penulis. **Kalo Gw saranin, tinggalin dulu tuh tempurung, keluar dari kotak kepercayaan, dan buka semua mata buat baca ini Novel**

Mulai dari kepercayaan di masyarakat akan “Orang Pintar”, “penilaian seseorang hanya berdasar penampilan”, hingga “sangat mudahnya masyarakat kita tersulut api perpercahan karena bara perbedaan” menjadi kisah-kisah kecil untuk menguatkan tujuan penulis untuk meyakinkan pembaca bahwa hal-hal itu salah. Cukup salut untuk Ben Sohib, yang bisa menuangkan semua itu kedalam kejadian-kejadian lucu, walau ternyata malah membuat beberapa resensi di Internet hanya melihatnya dari sisi lelucon.

Mungkin sudah menjadi penyakit bagi seorang penulis, sangat sulit membuat sebuah akhir cerita yang sempurna, sesempurna kehidupan nyata. Hal ini yang juga Gw liat terjadi pada diri Ben Sohib, Baik di “The da Peci Code” atau pun “Rosid & Delia”. Kisah penutupan seakan terlalu dipaksakan, keluarnya Ustadz Abu Hanif, ayah mehdi - sahabat rosid di sanggar banjir kiriman, tempat mereka sering berdebat tentang filosofi hidup terlepas dari kekangan perbedaan- menjadi penutup yang aneh. Rosid yang sangat kuat pendiriannya, tiba-tiba terluluhkan hanya karena kata-kata Abu Hanif, tanpa ia mengeluarkan perlawanan. Kalo Gw bilang, si Ustadz Abu Hanif ini mewakili pemikiran penulis si Ben Sohib, mewakili tujuan Novel ini, mewakili keyakinannya yang coba disampaikan kepada pembaca.

Penasaran sama bukunya? Masih dijual di toko-toko buku loh **Palinggak sampe minggu kemaren, Gw masih liat di Gramedia, dengan cover baru**. Di Toko buku online juga ada loh, misal di Bukukita.com, Novel “The Da Peci Code” bisa didapet dengan harga Rp. 27.920. Kalo beli di BukuKita.com bisa COD (Cash On Delivery atau Bayar pas dikirim) buat daerah Jabodetabek. Oh iya perlu dicatet, “Gw bukan lagi ikut lomba di bukukita.com loh”.

OK.. Selamat membaca bukunya.

Bagikan tulisan ini di Facebook Anda

4 komentar:

  1. Agama itu kalau selalu dikait-kaitkan dengan simbolisme tertentu bukankah malah membuat luntur nilai-nilai universal dari agama itu sendiri. Iya toh?

    BalasHapus
  2. Betul mas... setuju, kalo bisa malah sedelapan, sesembilan, or malah sesejuta..

    BalasHapus
  3. Justru karena lo bilang ini novel serius..
    gue gak jadi beli :D
    mau yg gila2an aja hehhehe

    BalasHapus
  4. Eh.. materinya emang serius mba, tapi penuangannya kedalem kisah-kisah lucu..
    Makanya banyak resensi di Internet yang ngupas dari sisi lelucon doang. Coba aja search di google...

    BalasHapus

Daftar Komentar Terbaru

Daftar Blog-Blog Gw

Blog Yg Biasa Gw Kunjungin (selain yg ada di side bar):