Seuntai kata hati dan pikiran Gw:

Bukan karena cantik dia pantas dicintai, tapi karena cinta lah yang menjadikannya tampak cantik. @13/08

Tanya-tanya mbah Google

08 Juli 2009

Salut to MK, tidak untuk para calon.

Pagi ini Gw pulang ke rumah OrTu, Nyamperin tenda dadakan di pinggir lapangan bulutangkis deket rumah. Bermain noda dijari, mencoret kertas, menggambar garis hidup 5 tahun bangsa ini. Betapa beruntungnya Gw, karena sudah terdaftar di DPT dan TPSnya pun deket rumah. Jadi gak perlu repot-repot buat menyalurkan hasrat memilih. Tidak seperti berjuta saudara Gw yang **entah kenapa** gak terdaftar di DPT.

Dalam perjalanan pulang Gw baca di koran Tempo, halaman A7 kolom 4, sebuah artikel berjudul "Bukan Karena Desakan Calon Presiden" yang merupakan wawancara antara Bung Sutarto selaku wartawan Tempo dengan Bung Mohammad Mahfud MD selaku ketua Mahkamah Konstitusi. Dari isi hasil cakap-cakap keduanya, Gw merasa harus memberi rasa salut atas pertimbangan MK yang **akhirnya** membolehkan KTP sebagai identitas buat milih walau tidak masuk dalam daftar DPT.

Apa aja sih yang bisa bikin Gw merasa harus memberi apresiasi kepada MK? Bukannya malah memberikan kerancuan data pemilih? Bukannya malah terkesan sebagai keputusan yang dipaksakan? bukankah... bukankah.. bukankah... Ah.. Gak ada lagi bukankah, jangan duga2, liat aja fakta, analisis dan ambil keputusan. Fakta2 yang Gw dapet dari artikel itu, MK mengambil keputusan dengan cepat dan akhirnya membolehkan KTP sebagai bukti pemilih yang sah karena:
  1. Perkembangan suhu politik yang mulai memanas sampe ancam-mengancam yang mulai kearah yang tidak sehat, jadi diperluin keputusan yang cepat.
  2. Ada aturan yang membolehkan MK mengambil keputusan dihari yang sama dengan hari pemeriksaan.
  3. DPT hanya prosedur dan Hak memilih adalah subtansi. Jadi Prosedur tidak boleh menghalangi subtansi.
  4. Walau KTP jadi alat bukti yang sah, tapi masih di kasih syarat2. Kebebasan yang tidak kebablasan, sebuah pemahaman yang sudah dilupakan para **beberapa** aktifis reformasi.
  5. KK dijadikan syarat, karena kesemrawutan data KTP di Indonesia. Dan pemilih hanya bisa memilih ditempat dia tinggal, sehingga dapat dipastikan pengurus TPS pasti mengenalnya.
Itu yang bikin Gw salut, karena demi ketenangan, kestabilan alam politik di Indonesia, MK berani mengambil keputusan kontroversional dengan waktu yang sesingkat-singkatnya, tapi tetap dengan pemikiran jernih, mengutamakan kepentingan rakyat, dan tetap sesuai aturan **gak kebablasan**.

Namanya sebuah keputusan yang sangat cepat, pasti ada kekuranganya. Ya ... satu yang Gw anggap kurang tepat adalah waktu yang diberikan hanya satu jam. Alasan supaya tidak bisa pindah TPS masih blom bisa memuaskan Gw **khususnya**, karena sudah diatasi dengan KK dan wilayah pemilihan yang harus sesuai KTP. Tapi tetap salut untuk MK.

Maaf para Calon pemimpin bangsa, Kearifan kalian telah sinar dimata Gw, cuma hanya beberapa hari sebelum pemilihan. Kalian mengancam boikot, mundur dari pemilu, atau bersikeras dengan DPT dan gak mau memikirkan secara musyawarah. Tapi bagaimanapun juga, Gw pasti akan memilih satu diantara kalian, Karena
Tidak ada satupun diantara kita yang akan selalu sempurna disetiap hal, setiap saat.

Bagikan tulisan ini di Facebook Anda

3 komentar:

  1. yup... kearifan yg bisa bikin kita sedikit bersimpati malah gak muncul di saat terakhir ya.. kasihan deh mereka. Melihat kenyataan sekarang .. alasan apalagi yg akan mereka cari ya.. memang sulit untuk secara legowo mengakui kekalahan.
    Maju terus Indonesiaku... jgn beri tempat untuk orang2 berhati sempit di bumimu ini....

    BalasHapus
  2. jadi intinya lu milih sapa?

    BalasHapus
  3. @Mas Eko: Maju terus Indonesiakua!!!

    @Mba Eka: RAHASIA mba... kan pernah dibahas di "Lanjutkan!! semakin cepat semakin baik! begitulah kata wong cilik." kalo saya tuh masih menganut prinsip JURDIL dan LUBER.

    BalasHapus

Daftar Komentar Terbaru

Daftar Blog-Blog Gw

Blog Yg Biasa Gw Kunjungin (selain yg ada di side bar):