Seuntai kata hati dan pikiran Gw:

Bukan karena cantik dia pantas dicintai, tapi karena cinta lah yang menjadikannya tampak cantik. @13/08

Tanya-tanya mbah Google

05 Agustus 2009

Charlie berpesan: Letakan bunga di makam Algernon

Masih dalam rangkaian long week-end terpanjang Gw, selain “Rosid & Delia” Gw juga beli Novel Fiksi “Charlie : Si Jenius Dungu” karangan Daniel Keyes. Judul asli dari novel itu “Flowers for Algernon”, sangat beda dengan judul versi Indonesianya. Setelah membaca sekitar 450+ halaman dalam bahasa Indonesia, akhirnya Gw temuin sebuah kalimat di Novel itu yang berhubungan dengan bunga, algernon, dan charlie. Dalam rangkaian laporan kemajuannya **Dah jangan tanya laporan apa ini, nanti Gw jelasin kok**, Charlie mengakhiri dengan sebuah pesan:
PS. Tolong jika kau sempat letakkan bunga diatas makam Algernon di halaman belakang.

Sebetulnya Gw udah lama mau beli ini Novel, dah masuk daftar keinginan di akun Bukukita Gw, cuma entah kenapa gak kebeli juga. Sampe akhirnya sewaktu Gw jalan ke Gramedia Depok, Gw liat buku itu, dan **Gak tau, kayaknya Gw dah kalap** langsung Gw beli. Dihari itu Gw beli 3 novel, 2 Fiksi Ilmiah dan satu **kata orang sih** komedi. Yang komedi “Rosid & Delia” udah selesai gw baca dan dah Gw bikin resensinya, sekarang giliran novelnya Daniel Keyes ini yang mo Gw bikin resensinya.

Tentang Charlie: Si Jenius Dungu menurut Gw yang juga Gak pintar
Novel ini mengambil sudut pandang sebagai orang pertama, yaitu Charlie. Seorang manusia terbelakang mental yang punya keinginan keras menjadi pintar, walau harus menjadi kelinci percobaan peningkatan kemampuan otak. Dalam rangka percobaan itu, Charlie diharuskan membuat sebuah catatan yang kemudian disebut laporan kemajuan, tentang segala hal yang dialami, dirasakan, dan dimimpikannya. Novel ini, secara keseluruhan merupakan catatan si Charlie, mulai dari dia masih terbelakang sampai menjadi super jenius hingga akhirnya kembali jadi terbelakang **Gile.. langsung Gw kasih tahu akhir ceritanya**. Perubahan kecerdasan Charlie bisa dilihat dari caranya menulis, ejaan yang digunakan, dan pemilihan kata-katanya. Jangan salah paham kalo diawal-awal dan akhir novel akan ditemukan kata-kata tak terbaca. Itu bukan salah ketik atau salah cetak, tapi emang begitu Charlie siDungu menulisnya.

Charlie, manusia terbelakang yang terbuang dari keluarganya, kini bekerja di pabrik roti **Usianya sekarang 30an**, memiliki IQ 68 tetapi memiliki keinginan yang sangat kuat untuk menjadi pintar. Dia mengikuti operasi yang dilakukan sebuah universitas yang sedang melakukan riset tentang peningkatan kecerdasan manusia melalui penyuntikan hormon ke area-area di otak. Operasi yang dilakukannya telah diujikan ke seekor tikus bernama Algernon, yang hasilnya cukup menakjubkan. Setelah Operasi dilakukan, peningkatan kecerdasan Charlie pun sangat signifikan, dari IQ 68 dan terus meningkat sampai lebih dari 185. sayangnya didalam otak yang terus meningkat kecerdasannya secara pesat itu, terdapat seorang bocah dengan tingkat emosional yang masih labil.

Selama membaca novel ini, perasaan, sudut pandang, hingga pemahaman kita akan kehidupan secara psikologis akan dipermainkan. Kita diajak berpikir sebagai seorang terbelakang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain dan tak pernah berburuk sangka, serta selalu menghargai, menghormati dan mengagumi orang lain, karena kesadarannya bahwa orang lain jauh lebih pintar dari dirinya. Lalu kita akan diajak berkelana menjadi seorang jenius yang sadar bahwa dewa-dewa pintar yang dulu dikaguminya ternyata hanya seorang manusia yang tidak memanfaatkan seluruh otaknya, yang tidak murni berpikir untuk orang lain, yang masih mementingkan diri sendiri, yang ternyata semuanya palsu.

Ingatan-ingatan masa lalu Charlie, yang selama ini terpendam di otak bawah sadarnya, sedikit demi sedikit mulai terkuak. Tampil dimimpi dan lamunannya, bagai potongan-potongan film, sangat nyata. Melalui potongan-potongan ingatan itu lah kita di ajak untuk memahami pola pikir seorang yang terbelakang mentalnya. Melalui potongan-potongan ingatan itu juga si Charlie memahami betapa bodohnya ia dulu, terlalu polos hingga tak sadar bahwa telah dipermainkan, telah dihina, telah ditelantarkan, telah dicampakan. Pemahaman yang mulai timbul itu telah membuat charlie memandang curiga pada setiap orang. Kecurigaan, kepandaian dan **mungkin juga** kesombongan Si Jenius Charlie membuatnya dijauhi oleh orang-orang disekitarnya.

Ditengah-tengah perjuangan Charlie untuk memahami dunia, orang sekitar, keluarga dan juga dirinya sendiri, ada sebuah kenyataan yang membuatnya khawatir. Si Algernon, tikus putih yang juga mengikuti operasi yang sama yang diikutinya mengalami penurunan kecerdasan secara drastis hingga akhirnya mengalami penyusutan volume otak dan mati. Sadar akan nasibnya, Charlie berusaha memecahkan masalah itu, dia bergabung ke riset di universitas itu, tetapi bukan lagi sekedar sebagai objek percobaan, tetapi sebagai peneliti juga. Hingga akhirnya ditanggal 26 Agustus dia menemukan sebuah teori kesalahan pada operasi yang telah dilakukan, dia menamakannya sebagai “efek Algernon-Gordon” yang secara singkat bisa dijelaskan:
Rangsangan buatan pada kecerdasan memburuk pada kecepatan waktu berbanding langsung dengan jumlah peningkatannya” **Maksudnya berbanding lurus kali ya?**

Dalam proses penurunan kecerdasan, Charlie menjadi seorang yang jauh lebih sensitif perasaannya. Dia lebih senang menyendiri dibanding ditemani orang lain. Tetapi dia terus berusaha menulis laporan kemajuannya. Penurunan kecerdasan Charlie juga tampak pada tulisannya, pemilihan kata-kata, serta pengejaannya kembali seperti Charlie Dungu. Di saat Charlie merasa sudah tak mungkin memiliki kesadaran, dia menulis sebuah laporan terakhir, kemudian dia pergi ke panti waren **Kalo di Indonesia namanya RSJ**. Sebuah pesan terakhir yang ditulisnya untuk nona Kanian, Gurunya yang sekaligus menjadi kekasihnya adalah:
PS. Tolong jika kau sempat letakkan bunga diatas makam Algernon di halaman belakang.

Menurut Gw nih novel patut dibaca deh... Dan kali ini gw gak mau menuliskan hikmah yang Gw dapet dari novel ini, soalnya Cape :D Gw dah ngantuk... Jam 3 lewat nih. Udah ya... baca aja novelnya :D

Bagikan tulisan ini di Facebook Anda

2 komentar:

Daftar Komentar Terbaru

Daftar Blog-Blog Gw

Blog Yg Biasa Gw Kunjungin (selain yg ada di side bar):