Akhir minggu kemaren Gw berkesempatan pulang kampung **Walau sebetulnya Gw paksain pulang kampung** buat nyekar, bersih-bersih pesarean kakek, nenek, buyut, canggah, wareng dan sodara lainnya yang udah lebih dulu melepas kemungkinan menambah dosa.
Kereta api, angkutan massal yang beruntung Gw naekin, menghantar Gw dari Jakarta ke Gombong. Berjalan cepat dengan tujuan pasti. Berhentinya selalu bermakna, kalau bukan untuk menaik-turunkan penumpang, pastilah karena mengantri melewati jalur satu sepur. Walau sekelilingnya terhampar pemaandangan indah, keretaku gak berbelok. Dia maju terus mengikuti rel yang telah dibuat.
Andai hidup ini seperti kereta, kita jalani dengan keyakinan untuk sebuah tujuan yang pasti. Segala proses berhenti selalu ada tujuannya, membantu yang lemah ataupun mengalah demi yang lain. Walau Godaan terhampar tapi kita gak bisa berbelok dari tujuan. Sayangnya Hidup ini bukanlah sebuah kereta, hidup ini sebuah mobil. Sebuah mobil yang berjalan melalui banyak persimpangan yang terkadang tak berpetunjuk arah. Semua jalan bisa membawa kita ketujuan **Tak peduli lamanya** atau malah menyimpang jauh dari tujuan, sangat tergantung dari setiap pilihan langkah dipersimpangan berikutnya.
Terkadang ada juga yang senang berputar-putar di sebuah bundaran waktu **Kayak Bunderan HI** mengutak-atik masa lalu. Seringkali kitapun harus bersinggungan dengan kendaraan lain, baik dari kiri maupun kanan, antar pengemudi saling kata-mengatai, atau bahkan baku hantam. Pak Polisi dibuat tak berkutik dalam menegakan aturan, karena kesalahan-kesalahan yang terjadi adalah kesalahan masal, semua melakukannya.
Ah... mending Gw jalan kaki aja deh :D
Kereta api, angkutan massal yang beruntung Gw naekin, menghantar Gw dari Jakarta ke Gombong. Berjalan cepat dengan tujuan pasti. Berhentinya selalu bermakna, kalau bukan untuk menaik-turunkan penumpang, pastilah karena mengantri melewati jalur satu sepur. Walau sekelilingnya terhampar pemaandangan indah, keretaku gak berbelok. Dia maju terus mengikuti rel yang telah dibuat.
Andai hidup ini seperti kereta, kita jalani dengan keyakinan untuk sebuah tujuan yang pasti. Segala proses berhenti selalu ada tujuannya, membantu yang lemah ataupun mengalah demi yang lain. Walau Godaan terhampar tapi kita gak bisa berbelok dari tujuan. Sayangnya Hidup ini bukanlah sebuah kereta, hidup ini sebuah mobil. Sebuah mobil yang berjalan melalui banyak persimpangan yang terkadang tak berpetunjuk arah. Semua jalan bisa membawa kita ketujuan **Tak peduli lamanya** atau malah menyimpang jauh dari tujuan, sangat tergantung dari setiap pilihan langkah dipersimpangan berikutnya.
Terkadang ada juga yang senang berputar-putar di sebuah bundaran waktu **Kayak Bunderan HI** mengutak-atik masa lalu. Seringkali kitapun harus bersinggungan dengan kendaraan lain, baik dari kiri maupun kanan, antar pengemudi saling kata-mengatai, atau bahkan baku hantam. Pak Polisi dibuat tak berkutik dalam menegakan aturan, karena kesalahan-kesalahan yang terjadi adalah kesalahan masal, semua melakukannya.
Ah... mending Gw jalan kaki aja deh :D





betul bro,..hidup hanyalah sebuah pengulangan yang bisa dimodifikasi hahaha,...
BalasHapusati-ati jalan kaki! trotoar kadang disambar juga sama sepeda motor.
BalasHapus@Bongjun:
BalasHapusasal jangan salah modifikasi ya bong :D
@Wijna:
Huhuhu betul tuh mas :(
mas, kangen juga sama sampeyan.
BalasHapus... mas aku mautanya tentang cpanel dan upload data di 000webhost seperti apa???'
apa benar file nya harus bentuk zip
dan
cara lihat tampilannnya webnya bagaimana???
JAWAB DI BLOG AKU YA mAS.
TERIMAKASIH
ilyas
Perumpamaannya mengena banget.
BalasHapusIya, sayang ya kita bukan kereta. Tapi kita bukan juga mobil.
Kita adalah diri sendiri yang di beri Tuhan kaki untuk berjalan.
Berjalan ke arah tujuan, dan sering mampir ke hal2 yang menarik yang mata tapi gak penting. Yang bikin kita lama mencapai tujuan atau gagal sama sekali.
Lam kenal
Kalo jalan kaki lama nyampenya ? :D
BalasHapuskapan bisa dapetin pendamping hihihihi (joke)
anw, perumpamaannya bagus :)
justru naik mobil itu yang namanya hidup...bisa keabisan bensin, bisa salah jalan, bisa bener kalo kita ikut petunjuk dan peraturan. kalo nggak kan gampang banget hidup tinggal leyeh-leyeh...
BalasHapusjadi inget lagu green day yang judulnya redundant :
BalasHapuswe're living in a repetition
content in a same old shit again....
@Ilyas:
BalasHapusmaaf saya blom bisa bantu..
@hajar:
semoga kita semua sampe ketujuan, salam kenal juga. Maaf ya lagi blom sempet balas berkunjung.
@Mba Eka:
Iya..ya.. mba.. kapan dapet pedamping :D
@gerRilya:
iya mas.. hidup memang seperti mobil, bukan kereta, persis kayak judulnya :p
@Frozzy:
Duh... gak ada di playlist Gw :D