Seuntai kata hati dan pikiran Gw:

Bukan karena cantik dia pantas dicintai, tapi karena cinta lah yang menjadikannya tampak cantik. @13/08

Tanya-tanya mbah Google

02 Agustus 2009

Tanggal, Ramalan, dan Kepercayaan

Ironis, tiba-tiba Gw gak percaya dengan segala bentuk hubungan antara tanggal dan kepercayaan yang ada didalamnya, bahkan sekarang Gw semakin gak percaya dengan yang namanya ramalan berbasis penanggalan. Bukan karena Gw meremehkan para pembuat penanggalan, peramal, dan penganut-penganut kepercayaan akan tanggal **Kayak tanggal lahir, nikah atau lainnya yang terkadang di kait2kan sama keberuntungan, rejeki atau lainnya.

Penanggalan.. ada banyak didunia ini, mulai dari yang masih dipakai secara internasional, regional, religional, sampai yang sudah terlupakan atau bahkan yang gak dimengerti. Mulai dari Masehi, Hijriah, saka, jawa, hingga penanggalan yang digunakan oleh bangsa mesir ataupun maya. Semua memiliki perhitungannya masing-masing, Gak ada yang sama walau mereka menggunakan patokan yang sama. seperti masehi dan penanggalan cina yang sama-sama berdasarkan peredaran matahari, ternyata tetap saja memiliki perbedaan. Atau seperti penanggalan Hijriah dan kalender jawa yang juga sama-sama menggunakan peredaran bulan sebagai acuan perhitungan.

Semua penanggalan memiliki dasar perhitungannya masing-masing, bahkan di satu penanggalan, terkadang terjadi revisi, atau perbedaan hasil penghitungan diantara penganutnya. sebagai contoh, kalender Masehi yang awalnya merupakan kalender bangsa romawi, sudah mengalami banyak sekali perubahan, mulai dari Jaman kalender pre-julian yang selalu ada bulan tambahan setiap 4 tahunnya. lalu diralat jadi kalender julian (65 SM) dengan satu hari tambahan setiap 3 tahun, lalu perubahan jumlah bulan oleh Agustus (Nama kaisar romawi) sampe pada perubahan perhitungan tahun kabisat oleh Pope Gregory XIII di tahun 1582. Begitu juga penanggalan Hijriah, yang setiap penentuan permulaan bulan selalu saja menjadi perdebatan. padahal keduanya adalah penanggalan religional, terlepas dari acuannya yang mengarah pada peredaran matahari ataupun bulan.

Lalu dimana sakralnya sebuah tanggal? Benarkah 25 December yang sekarang, sama dengan 25 December saat yesus lahir? benarkah syawal yang nanti dirayakan umat muslim sebagai hari kemenangan memang sudah 1 syawal? lalu benarkah umur kita sudah 1 tahun.. 2 tahun.. 3 tahun atau bahkan ratusan tahun? Lalu benarkah ramalan-ramalan itu? cancer kah kamu? leo kah kamu? senin legi kah? shio babi kah? shio monyet kah? benarkah semua itu?

Menurut Gw, penanggalan hanya tanda yang digunakan manusia untuk menentukan waktu yang telah, sedang, dan akan terjadi. Karena waktu adalah rahasia Tuhan, dan manusia sangat butuh pegangan, sebutan, panggilan, atau acuan untuk menyebut sesuatu. Lalu untuk apa penyakralan-penyakralan angka dan huruf di penanggalan itu? **Masih Menurut Gw** Manusia sangat suka akan ketidaktahuan, sehingga mereka menciptakan hipotesa-hipotesa, mencari-cari data untuk dirangkai menjadi sebuah fakta, walau hanya sekedar fakta yang subyektif. Itulah yang menyebabkan penyakralan atas tanggal, dimana sebuah fenomena **yang tidak dapat diterima oleh pengetahuan manusia** telah terjadi.

OOT: Tiba-tiba kepala Gw pusing memikirkan "waktu". Biarlah semua pertanyaan tentang "waktu" itu terjawab dengan keimanan Gw, bukan dengan pengetahuan Gw, karena Gw takut akan pengetahuan, ilmu, dan kecerdasan yang dibanggakan manusia. Sebuah pengetahuan, ilmu, dan kecerdasan yang hanya benar sesaat, sampai sebuah fakta baru terkuak untuk menggugurkannya.


Bagikan tulisan ini di Facebook Anda

5 komentar:

  1. yup, that's knowledge brother. We find a better truth by accepted current truth which evaluating the past knowledge. If the future says what we believe today is wrong than future will never judge if there is no past. The most important thing is think! If we all humankind always keep open mind, than the absolute truth will be found no matter how much a relatively truth created.

    BalasHapus
  2. @ihsanul:
    "The most important thing is think!" NICE :D

    BalasHapus
  3. hahaaa mo banting setir jd peramal ato ahli penanggalan mas?
    jadi ingat kepercayaan kebanyakan orang jawa yg sering cari tanggal/hari baik untuk ngadain sesuatu acara :)

    BalasHapus
  4. @Mas Eko:
    Ah gak kok mas... Semalem abis baca beberapa buku sama artikel diinternet jadi mikir yang gak..gak.. :D

    BalasHapus
  5. mikirin waktu?

    mendingan mikirin martabak deh :D

    btw setuju.. waktu adal rahasia Tuhan
    dan kita manusia butuh pegangan menandainya ;)

    koq lu jadi pinter siy Gand :D

    BalasHapus

Daftar Komentar Terbaru

Daftar Blog-Blog Gw

Blog Yg Biasa Gw Kunjungin (selain yg ada di side bar):